Mengenal Sosok Decan Sinaga Pengusaha Muda Asal Samosir

Muda adalah kekuatan demikianlah yang terlihat pada diri dengan nama lengkap Dedi Chandra Jaya Sinaga pengusaha asal Samosir Sumatera. Bagaimana tidak? di umur yang relatif muda yakni 25 tahun beliau sukses membangun bisnis tenun di kampung halamannya Samosir, setelah tamat dari bangku kuliah.

Pria kelahiran Desa Lumban Suhi Toruan 19 Februari 1993 ini telah mengalami pasang-surut dalam membangun usaha tenun, tetapi kerja keras serta kegigihan menghantarkannya pada titik yang sekarang ini.

Decan Sinaga memulai bisnisnya dengan memproduksi kain songket dengan modal 1 buah alat tenun. Dengan alat yang terbatas itu Decan Sinaga mulai pelan-pelan memperkenalkan produknya ke pasar dengan berorientasi pada kualitas untuk merebut hati konsumen.

Seiring berjalannya waktu dengan terus melakukan inovasi terhadap produk, permintaan semakin bertambah. Sehingga, alat tenun yang dari 1 buah harus ditambah untuk meningkatkan jumlah memproduksi hingga, pada akhirnya sukses membangun sentra tenun di Desa Lumban Suhi-Suhi Toruan Kabupaten Samosir dengan memiliki ratusan buah alat tenun dan memperkerjakan sebanyak 80 orang penenun.

Baginya gengsi akan membutakan kita pada sebuah peluang besar. Saya tidak gengsi, setelah tamat dari bangku kuliah di Unika St. Thomas Medan, saya pulang kampung dan menjadi penenun. Ini adalah pilihan dan bagaimana kita setia pada pilihan itu. Sama seperti kita memilih istri dan setia terhadapnya seperti itulah saya memilih menjadi penenun ucap Decan Sinaga yang juga kader Pemuda Katolik Komisariat Cabang Samosir ini.

Untuk itu, setialah pada pilihan pasti Tuhan memberkati. Manfaatkan semua kekuatan selagi masih muda untuk berkarya tambah Decan Sinaga.

Berkat kesetiaan itu, Pria yang gemar memainkan alat musik gitar ini sukses membangun perusahaan tenun dan tidak hanya memproduksi kain songket, juga memproduksi ulos Batak, ulos Karo, kain bakal bahan kemeja. \Produknya kini telah memasuki pasar di Samosir, Kabanjahe, Karo, Deli Serdang, Medan, Siantar, Simalungun dan akan terus berkembang ke daerah lain di Sumatera Utara.

1 Komentar

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.


*