Awal mula berdirinya wilayah Silalahi Nabolak tidak terlepas dari sejarah panjang Raja Silahi Sabungan. Dahulu, kawasan ini dikenal dengan nama Huta Lahi, karena pendiri sekaligus penemunya adalah Raja Silahi Sabungan sendiri. Seiring perjalanan waktu, nama tersebut berubah menjadi Huta Silalahi hingga akhirnya dikenal sebagai Silalahi Nabolak, Kecamatan Silahisabungan.
Dari tanah inilah kisah besar asal-usul keturunan Raja Silahi Sabungan dimulai. Dari generasi ke generasi, lahir putra-putri tangguh yang menorehkan sejarah, memperkaya budaya, dan menjaga nilai keimanan yang kuat.
Kini, semangat itu diteruskan oleh Generasi Muda Silahi Sabungan (GMS) – kumpulan anak muda yang tidak hanya bangga akan akar budayanya, tetapi juga ingin memberi makna baru bagi warisan leluhur mereka.
GMS hadir bukan sekadar sebagai organisasi, melainkan sebagai gerakan kebudayaan dan kepemudaan yang menanamkan nilai tanggung jawab sosial, kecintaan terhadap adat dan budaya, serta kepedulian terhadap alam. Melalui berbagai kegiatan, GMS mengajak generasi muda untuk memahami bahwa menjadi “muda” bukan berarti melupakan tradisi, tetapi justru menjadi panggilan untuk menghidupkannya kembali dengan cara yang relevan di masa kini.
Kaderisasi menjadi jantung dari organisasi ini. Setiap anggota GMS diajak memahami makna kepemimpinan sejati — bukan untuk berkuasa, melainkan untuk melayani. Nilai-nilai Hamoraon, Hagabeon, dan Hasangapon dijadikan pedoman moral agar generasi muda Silahisabungan tumbuh menjadi pribadi yang berintegritas, berkarakter, dan berjiwa luhur.
Selain menjaga dan melestarikan adat serta situs budaya, GMS juga aktif mengedukasi generasi muda agar menjadikan budaya bukan sekadar simbol masa lalu, tetapi jati diri dan kebanggaan masa kini.
Di sisi lain, alam Silahisabungan juga menjadi perhatian utama. Kawasan ini merupakan bagian penting dari Geopark Kaldera Toba, dengan Geosite Silahisabungan sebagai salah satu titik bersejarah yang indah sekaligus sakral. GMS menegaskan pentingnya menjaga kelestarian alam dan mengembangkan pariwisata berkelanjutan yang menghormati budaya dan lingkungan. Bagi GMS, pelestarian alam adalah bentuk penghormatan kepada Tuhan dan leluhur.
Dengan semangat kebersamaan lintas generasi dan dukungan berbagai pihak, GMS bertekad memastikan bahwa Silahi Sabungan tidak hanya dikenal karena sejarahnya, tetapi juga karena masa depannya – masa depan yang hijau, berbudaya, dan penuh semangat gotong royong.
Jansen Sihaloho, Ketua Umum DPP Generasi Muda Silahi Sabungan periode 2020–2025 didampingi Mian Silalahi, Sekretaris Umum DPP Generasi Muda Silahi Sabungan
“Kami tidak hanya mewarisi nama Silahi Sabungan, tetapi juga mewarisi semangatnya – semangat untuk menjaga, membangun, dan memberi arti bagi dunia,” ujar Jansen Sihaloho, Ketua Umum DPP Generasi Muda Silahi Sabungan periode 2020–2025.
Di akhir pernyataannya, Jansen Sihaloho bersama Mian Silalahi, Sekretaris Umum DPP GMS, mengajak seluruh pengurus DPP, DPD, DPC, serta seluruh anggota Generasi Muda Silahi Sabungan untuk hadir pada Musyawarah Besar (Mubes) yang akan digelar pada Sabtu, 22 November 2025 di Silalahi Nabolak.
Mubes tersebut merupakan amanat AD/ART organisasi sekaligus menjadi momentum suksesi kepemimpinan dan kaderisasi bagi anggota GMS.
“Kami mohon doa dari seluruh pihak agar Mubes berjalan dengan baik dan lancar, serta melahirkan pemimpin yang membawa GMS menjadi lebih baik ke depannya,” tutup Jansen Sihaloho.

Kembangkan Usaha, PUD RPH Kota Medan Gandeng PT Porlak Jahe Humbang
Membangun Persatuan dan Revitalisasi Budaya dalam Bingkai Geopark Kaldera Toba
Rakernas DPP GM Silahi Sabungan Lahirkan Lima Program Kerja.
Lamro Tambunan: Naposo Silahisabungan Medan Menjadi Berkat Bagi Sesama
SAHUTI ASPIRASI POMPARAN MUBES PPRS INDONESIA DI TUNDA.
SUKSES DEKLARASI,PPRS INDONESIA LAKSANAKAN MUBES
Generasi Muda Silahi Sabungan Teruskan Semangat Leluhur, Siap Gelar Mubes di Silalahi Nabolak