Medan, -Perayaan Pekan Doa Sedunia untuk Persatuan Umat Kristen kembali digelar oleh Komisi Hubungan Agama dan Kepercayaan Keuskupan Agung Medan (Komisi HAK KAM). Kegiatan ini berlangsung khidmat di Catholic Center, Jumat 23 Januari 2026, dengan melibatkan umat lintas denominasi Kristen.
Mengusung tema dari Surat Rasul Paulus kepada Jemaat di Efesus, “Satu tubuh dan satu Roh, sebagaimana kamu telah dipanggil kepada satu pengharapan yang terkandung dalam panggilanmu” (Ef. 4:4), Pekan Doa Sedunia 2026 menegaskan kembali panggilan iman akan persatuan umat Kristen di tengah keberagaman.
Untuk tahun ini, doa dan renungan disiapkan oleh umat beriman Gereja Apostolik Armenia, bersama saudara-saudari dari Gereja Katolik Armenia dan Gereja Evangelis. Pesan utama yang diangkat menekankan ajaran Paulus tentang Gereja sebagai satu tubuh yang hidup dalam satu Roh dan satu pengharapan, melampaui batas geografi, kebangsaan, etnis, serta tradisi gerejawi.
Paulus menggambarkan Gereja sebagai Tubuh Kristus—satu kesatuan yang utuh meskipun terdiri dari beragam anggota. Hal ini ditegaskannya dalam Surat kepada Jemaat Korintus, “Karena sama seperti tubuh itu satu dan anggota-anggotanya banyak… demikian pula Kristus” (1 Kor. 12:12). Sementara kepada Jemaat Kolose, Paulus menegaskan peran Kristus sebagai kepala Gereja: “Dialah kepala tubuh, yaitu jemaat” (Kol. 1:18). Dengan demikian, Gereja dipanggil untuk hidup dalam kesatuan yang kohesif di tengah perbedaan.

Salah satu rangkaian penting dalam ibadah Pekan Doa Sedunia tersebut adalah penyampaian Pesan Sinode Diosesan VII Keuskupan Agung Medan kepada para pendeta dan umat Kristen. Pesan ini disampaikan oleh Pastor Serafin Dany Sanusi, OSC, selaku Sekretaris Sinode Diosesan VII KAM.
Di hadapan para peserta yang mayoritas berasal dari kalangan non-Katolik, Pastor Serafin menjelaskan bahwa Keuskupan Agung Medan tengah memulai sebuah perjalanan pastoral melalui pelaksanaan sinode. Menurutnya, sinode merupakan proses Gereja untuk mendengarkan Roh Kudus melalui suara semua orang, termasuk mereka yang kerap terpinggirkan.
Tema sinode yang diusung adalah “Berjalan Bersama: Gereja Mendengarkan, Meneguhkan, dan Mewartakan.” Pastor Serafin menilai ibadat Pekan Doa Sedunia ini sebagai wujud nyata Gereja Protestan berjalan bersama Gereja Katolik Keuskupan Agung Medan. Ia pun mengajak para pendeta dan umat Kristen untuk memberikan pandangan, kritik, serta saran yang membangun demi terwujudnya persatuan umat Kristiani sebagaimana dikehendaki oleh Kristus.

Sementara itu, Pendeta Robert Benediktus dari Yayasan Sumatera Berdoa menyampaikan bahwa ajakan Keuskupan Agung Medan untuk bersinode merupakan tanda persaudaraan sejati di antara para murid Kristus.
Di akhir kegiatan, Romo Benno, selaku Ketua Komisi HAK KAM, mengungkapkan bahwa Pekan Doa Sedunia telah berlangsung sejak tahun 1908 dan akan terus menjadi agenda rutin Komisi HAK KAM. Ia juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berpartisipasi dan mendukung terselenggaranya perayaan Pekan Doa Sedunia 2026 di Medan.

Generasi Muda Silahi Sabungan Teruskan Semangat Leluhur, Siap Gelar Mubes di Silalahi Nabolak
Kembangkan Usaha, PUD RPH Kota Medan Gandeng PT Porlak Jahe Humbang
Membangun Persatuan dan Revitalisasi Budaya dalam Bingkai Geopark Kaldera Toba
Rakernas DPP GM Silahi Sabungan Lahirkan Lima Program Kerja.
Lamro Tambunan: Naposo Silahisabungan Medan Menjadi Berkat Bagi Sesama
SAHUTI ASPIRASI POMPARAN MUBES PPRS INDONESIA DI TUNDA.
Pekan Doa Sedunia 2026 di Medan: Merajut Persatuan dalam Satu Tubuh dan Satu Roh